E-Learning Dengan MOODLE
Sebelum masuk ke perangkat pendukung e-learning, ada baiknya kita mengenal dulu istilah e-Learning, seperti kata pepatah “Tak Kenal Maka Tak Sayang”
Apa yang dimaksud dengan e-Learning ?
Pembelajaran elektronik atau e-Learning telah dimulai pada tahun 1970-an (Waller and Wilson, 2001). Berbagai istilah digunakan untuk mengemukakan pendapat/gagasan tentang pembelajaran elektronik, antara lain adalah: on-line learning, internet-enabled learning, virtual learning, atau web-based learning. Dalam kaitan ini, yang diperlukan adalah kejelasan tentang kegiatan belajar yang bagaimanakah yang dapat dikatakan sebagai e-Learning? Apakah seseorang yang menggunakan komputer dalam kegiatan belajarnya dan melakukan akses berbagai informasi (materi pembelajaran) dari Internet, dapat dikatakan telah melakukan e-Learning?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas, ilustrasi berikut ini mungkin akan dapat membantu memperjelas pengertian tentang e-Learning (Newsletter of ODLQC, 2001).
Ada seseorang yang membawa laptop ke sebuah tempat yang berada jauh di gugusan kepulauan kecil yang terpencil. Dari tempat yang sangat terpencil ini, orang tersebut mulai menggunakan laptop-nya dan melakukan akses terhadap berbagai materi program pelatihan yang tersedia. Tidak ada layanan bantuan belajar dari tutor maupun dukungan layanan belajar bentuk lainnya. Dalam konteks ini, apakah orang tersebut dapat dikatakan telah melaksanakan e-learning? Jawabannya adalah TIDAK. Mengapa? Karena yang bersangkutan di dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukannya tidak memperoleh layanan bantuan belajar dari tutor maupun layanan bantuan belajar lainnya. Bagaimana kalau yang bersangkutan mempunyai telepon genggam dan kemudian berhasil menggunakannya untuk menghubungi seorang tutor? Apakah dalam konteks yang demikian ini dapat dikatakan bahwa yang bersangkutan telah melaksanakan e-Learning? Jawabannya adalah YA.
Dari ilustrasi tersebut di atas, setidak-tidaknya dapat ditarik 3 (tiga) hal penting sebagai persyaratan kegiatan belajar elektronik (e-Learning), yaitu:
(a) kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan (“jaringan” dalam uraian ini dibatasi pada penggunaan internet. Jaringan dapat saja mencakup LAN atau WAN). (Website eLearners.com), (b) tersedianya dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta belajar, misalnya CD-ROM, atau bahan cetak, dan (c) tersedianya dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta belajar apabila mengalami kesulitan.
Di samping ketiga persyaratan tersebut di atas masih dapat ditambahkan persyaratan lainnya, seperti adanya:
(a) lembaga yang menyelenggarakan/mengelola kegiatan e-Learning, (b) sikap positif dari peserta didik dan tenaga kependidikan terhadap teknologi komputer dan internet, (c) rancangan sistem pembelajaran yang dapat dipelajari/diketahui oleh setiap peserta belajar, (d) sistem evaluasi terhadap kemajuan atau perkembangan belajar peserta belajar, dan (e) mekanisme umpan balik yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara.
Dengan demikian, secara sederhana dapatlah dikatakan bahwa pembelajaran elektronik (e-Learning) merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan (Internet, LAN, WAN) sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya (Brown, 2000; Feasey, 2001). Dalam uraian lebih lanjut, istilah “e-Learning”, “online learning” atau “pembelajaran elektronik” akan digunakan secara bergantian namun tetap dengan pengertian yang sama seperti yang telah dikemukakan.
Seiring kemajuan teknologi dan perubahan trend serta gaya hidup manusia yang cenderung bergerak secara dinamis (mobile), kebutuhan akan proses belajar jarak jauh atau yang biasa disebut dengan teleedukasi semakin meningkat pula. E-learning sebagai salah satu bagian dari teleedukasi memberikan alternatif cara belajar baru dimana antara murid dan guru tidak berada dalam ruang dan waktu yang sama, meskipun demikian, proses belajar dan mengajar tetap dapat berjalan dalam lingkungan virtual oleh karena itu E-learning sering disebut juga dengan Virtual Learning Environment (VLE).
Moodle : Course Management System (CMS) - Tempat Belajar Dinamis dengan Menggunakan Model Berorientasi Objek
Mungkin sebelumnya anda sudah tahu dengan istilah CMS dengan aplikasi-aplikasinya seperti PHP Nuke, Post Nuke atau MamboServer, mungkin anda berpikiran singkatan diatas salah karena selama ini CMS yang kita kenal adalah singkatan dari Content Management System bukan Course Management System, namun tahukah anda CMS yang penulis maksudkan memang Course Management System yaitu suatu paket software yang didesain untuk membantu pendidik dalam membuat suatu kursus online yang berkualitas dengan mudah tanpa membangun dari awal, CMS yang dimaksud adalah paket software dengan nama Moodle, http://www.moodle.org yang dikembangkan oleh Martin Dougiamas.
Apa yang menjadi keunggulan dan yang kita dapatkan dari membangun E-Learning dengan menggunakan moodle:
- Sederhana,efisien, ringan dan kompatibel dengan banyak browser
- Mudah cara instalasinya serta mendukung banyak bahasa termasuk Indonesia
- Tersedianya manajemen situs untuk pengaturan situs keseluruhan, mengubah theme, menambah module dan sebagainya.
- Tersedianya manajemen pengguna
- Manajemen kursus, penambahan jenis kursus, pengurangan atau pengubahan kursus
- Modul Chat, modul pemilihan (polling), modul forum, modul untuk jurnal, modul untuk kuis, modul untuk survey dan workshop serta masih banyak yang lainnya
- Free dan opensource software
Moodle Untuk Institusi Pendidikan
Sejalan dengan kebijakan pemerintah dengan IGOS-nya, moodle bersifat free dan opensource. Oleh karena itu moodle sesuai digunakan di lingkungan pendidikan. Disamping itu moodle bisa dimodifikasi dan disesuaikan dengan kultur yang ada di Indonesia. Moodle dapat di peroleh di http://moodle.org/download versi terbaru sampai tulisan ini dibuat adalah versi 1.9.9
Kebutuhan Untuk Instalasi Moodle
Moodle dikembangkan di lingkungan platform LAMP (Linux, Apache, MySQL dan PHP) namun telah dites juga dengan database PostgreSQL, lingkungan Windows XP dan Netware 6. Untuk menjalankan moodle di Linux diperlukan :
Webserver, kebanyakan Apache
PHP versi 4.1.0 keatas, dengan setting sebagai berikut:
- dukungan terhadap pustaka GD diaktifkan, mendukung JPG dan PNG
- dukungan terhadap pustaka zlib diaktifkan
- dukungan terhadap session diaktifkan
- dukungan terhadap upload file diaktifkan
- dukungan terhadap Safe Mode harus dinonaktifkan
- Database server, MySQL atau PotgreSQL, versi selanjutnya akan ditambah program databasenya.
Pengguna Moodle di Indonesia
Berikut ini adalah daftar institusi pengguna moodle yang terdaftar di situs moodle:
- Bandung Cyber Community (http://www.bcc.or.id/elearning)
- Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM (http://mipa.ugm.ac.id/moodle)
- KIPPI (http://www.riau2020.com/moodle)
- Kuliah OnLine IKIP Negeri Gorontalo (Link tidak aktif)
- KursusKu.com – Kursus Online (http://www.kursusku.com)
- Physics OpenCourse (http://physiscs.or.id)
- Situs Elearning Forum SMK-TI Kaltim (http://www.smkti.net/elearning)
- STB6 @ Sidharta.net (Link tidak aktif)
- Informasi Kuliah Online Teknik Pertanian IPB (http://ipb.ac.id/~tepfteta/ikon)
- Dan masih banyak lagi
1. MEMBUAT LOCALHOST PADA KOMPUTER KITA
Download program freeware : XAMPP Windows dari alamat
http://www.apachefriends.org/en/xampp-windows.html#641
Download program freeware : XAMPP Windows dari alamat
http://www.apachefriends.org/en/xampp-windows.html#641
Kemudian install pada komputer kita dengan mendouble klik file download tersebut dan ikuti semua petunjuk instalasi sampai selesai.
Untuk mengecek apakah localhost kita sudah berjalan. Bukalah internet explorer dan ketikkan alamat berikut:
http://localhost/
Jika menampilkan halaman seperti halaman internet umumnya berarti instalasi sudah berhasil
Untuk mengecek apakah localhost kita sudah berjalan. Bukalah internet explorer dan ketikkan alamat berikut:
http://localhost/
Jika menampilkan halaman seperti halaman internet umumnya berarti instalasi sudah berhasil
KONFIGURASI DAN INSTALASI MOODLE
1. MEMBUAT DATABASE DI XAMPP
- Setelah instalasi xampp selesai buka internet explorer/ mozzila firefox ketik “ localhost”
- Pilih bahasa
- Buka “PHP MY ADMIN” pada menu moodle
- “Ciptakan Database baru“
- isi nama database “moodle” “pernyortiran”
- penyortiran koneksi My SQL “Utf 8_bin”
- Klik “ciptakan Database”
2. Menambah Hak Akses
- Tab “Hak Akses”
- Pilih “menambahkan pengguna baru”
- Isi nama pengguna, Host “lokal” dan lain-lainya (password dikosongkan)
- Hak Istimewa “Pilih Semua”
- “GO”
3. MENGINSTALL MOODLE
Download moodle dari internet. kemudian ekstrak ke folder mana saja. Setelah itu hasil ekstrak dalam hal ini direktori moodle beserta isinya kita copy dan kemudian paste di direktory berikut:
C:\Program Files\xampp\htdocs
sehingga direktori moodle letaknya
C:\Program Files\xampp\htdocs\moodle
Download moodle dari internet. kemudian ekstrak ke folder mana saja. Setelah itu hasil ekstrak dalam hal ini direktori moodle beserta isinya kita copy dan kemudian paste di direktory berikut:
C:\Program Files\xampp\htdocs
sehingga direktori moodle letaknya
C:\Program Files\xampp\htdocs\moodle
Selanjutnya lakukan instalasi Moodle seperti yang tertulis pada manual instalasi moodle
4. Pengaturan Halaman Moodle
- Login sebagai admin
- Di menu “Administrasi Situs” pilih Front Page
- “Front Page Setting”
- Masukan nama lengkap situs “smu anda”
- Nama singkat untuk situs “smu-online”
- Keterangan halaman depan “ masukan keterangan sekolah anda”
- “save change”
5. Menambahkan pengguna baru
- Di menu “Administrasi Situs” pilih “User”
- Pilih “Acounts”, pilih “Tambah Pengguna Baru”
- Masukan nama pengguna “nama anda” password “minimal 8 karakter, 1 huruf besar, 1huruf kecil, 1 angka, 1 angka non numerik..
- Selanjutnya isi lah sesuai biodata pengguna baru
- Masukan gambar “Gambar dari” klik “browse”
- Pilih gambaran pengguna, “open”
- Perbarui profil.
6. Menambahkan Course / pelajaran
- Di menu “Administrasi Situs” pilih “Courses”
- Add/edit Corses
- Tambahkan kategori baru (untuk menambahkan kelas)
- Isi nama dan keterangan.
- Create category
- Tambah kursus baru ( untuk menambah mata pelajaran)
- Isi nama lengkap pelajaran dan singkatan pelajaran (cth: komputer. Kom-001)
- Isi penjelasan pelajaran, pilih format pelajaran (disini kita pilih format mingguan)
- Simpan perubahan
- Masukan guru dan siswa.
- Simpan perubahan
7. Mendaftarkan Siswa ke pelajaran
- Di menu “menu pribadi” pilih “peserta”
- Semua peserta : 1 klik gambar icon tangan
- Pilih siswa, pilih yang mana siswa yang anda tambahkan
- Klik tambah
- Dibawah kotak, klik Assign roles in Kursus
- Siswa telah ditambahkan
8. Menambahkan materi (untuk admin atau pengajar)
- Login sebagai pengajar/guru
- Pilih mata pelajaran guru
- Di “Tambahkan sumber” pilih “Compose a text Page”
- Masukan nama bacaan
- Masukan penjelasan
- Isi “compose a text page” “teks lengkap”
- Save and return to course
9. Menambahkan materi berupa Halaman web
- Pilih mata pelajaran guru
- Di “Tambahkan sumber” pilih “Compose web Page”
- Isi nama dan penjelasan
- Compose web page “teks lengkap” isi materi pembelajaranya
- Save and return to course
10. Menambahkan Materi berupa file PDF
- Pilih mata pelajaran guru
- Di “Tambahkan sumber” pilih “Link to a file or website”
- Isi nama dan penjelasan
- Pilih atau upload sebuah file
- Agar llebih rapi buat folder “pdf”
- Klik folder pdf
- Upload file > browse
- Pilih filenya > open
- Upload file.
11. Menambahkan Materi Presentasi Power point ke Moodle
- Pilih mata pelajaran guru
- Di “Tambahkan sumber” pilih “Link to a file or website”
- Isi nama dan penjelasan
- Pilih atau upload sebuah file
- Agar llebih rapi buat folder “power point”
- Klik folder power point
- Upload file > browse
- Pilih filenya > open
- Upload file.
12. Memanfaatkan forum
- Di menu “tambahkan aktifitas”
- Pilih Forum
- isi nama forum dan perkenalan forum
- ukuran maksimum file “min : 5mb”
- Save and return to course
13. Menggunakan Label
- Di “Tambahkan sumber” pilih “ Insert a Label”
- Isi “label teks” sesuai dengan bahan/materi pembelajaran dalam 1 minggu
- Save and return to course
14. Memberikan Tugas
- Di “Tambahkan aktivitas” pilih “Tugas” “Upload file tunggal, nilai antara angka 0-100
- Isi nama tugas dan penjelasan
- Pilih nilai tertinggi
- mulai dan batas akhir pengumpulan tugas
- bolehkah pengiriman ulang “ya”
- email alert to teacher “ya”
- ukuran terbesar file “20mb”
- Save and return to course
15. Membuat kuis
- Di “Tambahkan aktivitas” pilih “Kuis”
- Isi nama kuis dan perkenalan kuis
- Apabila anda akan meng-aktifkan jadwal mulai dan jadwal berakhir
Tentukan tanggal kuis dimulai dan tanggal kuis berakhir
- Di tab “kali percobaan menjawab”
- Tentukan berapa kali siswa diperboleh menjawab soal
- Tentukan metode penilaian
- Save and return to course
16. Memasukan soal pilihan berganda
- Klik kuis 1
- Buat pertanyaan baru, pilih jenis kuis, misalnya “pilihan berganda”
- Isi “nama pertanyaan”
- Question text ( masukan pertanyaan)
- Untuk jawaban di choice 1
Masukan jawaban (jika jawban benar, masukan nilai tetapi jika salah nilai “tidak ada”)
- Untuk choice berikutnya lakukan sama dengan diatas.
17. Memasukan soal yang sudah ada/ upload soal
- Klik kuis 1
- Pilih ubah di menu tab
- Pilih import ditab
- Format file, pilih “format aiken” (untuk soal pilihan berganda)
- Format file, pilih “format Gift” (untuk soal benar-salah, essay)
- Import from file upload > klik browse > pilih file > open
- Upload file ini
- Ditindakan pilih semua
- Add to kuis
- Simpan perubahan
18. Membuat Pelajaran
- Di “Tambahkan aktivitas” pilih “Latihan”
- Masukan nama latihan
- Latihan “ya”
- Save
19. Mengganti Tema moodle
- Masuk/Login sebagai admin
- Di menu “Administrasi Situs” pilih “Appearance”
- Theme > theme selektor
- Pilih theme yang anda suka
20. Membuat fasilitas chat disuatu pelajaran
- Di “Tambahkan aktivitas” pilih “Chat”
- Masukan nama chat & penjelasan
- Save
Sumber : Manual instalasi Moodle, FAQ Moodle di situs moodle, Pengalaman pribadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar